Sabtu, 13 Oktober 2012

penyuluhan posisi ibu menyusui


Posisi Dan Cara Menyusui
Dengan Benar 

A.      Pengertian cara menyusuiDescription: asi_ekslusif
Teknik menyusui yang benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar (Perinasia, 1994).


B.            Manfaat menyusui dengan benar



1.      Puting susu tidak lecet. 

2.      Perlekatan menyusu pada bayi kuat.

3.   Bayi menjadi tenang. 
  

C.           Dampak Menyusui Tidak Benar


1.      Puting susu menjadi lecet.  

               2.   ASI  tidak keluar secara optimal sehingga mempengaruhi produksi ASI.


3.      Bayi enggan menyusu.

              4.   Bayi menjadi kembung.


D.           Tanda-tanda Bayi Menyusu dengan Baik.

1.      Bayi tampak tenang.

2.      Badan bayi menempel pada perut ibu.

3.      Mulut bayi terbuka lebar.

4.      Dagu bayi menempel pada payudara ibu.

5.      Sebagian areola masuk ke dalam mulut bayi, areola bawah lebih banyak yang masuk.

6.      Bayi tampak menghisap kuat dengan irama perlahan.

  
E.       Langkah-langkah menyusui yang benar
1.        Sebelum menyusui puting susu dan areola mammae dibersihkan dengan kapas basah atau ASI dekeluarkan sedikit, kemudian dioleskan pada puting dan sekitar kalang payudara.
2.        Bayi diletakkan menghadap perut ibu / payudara.
a.         Ibu duduk atau berbaring dengan santai, bila duduk lebih baik menggunakan kursi yang rendah (agar kaki ibu tidak menggantung) dan punggung ibu bersandar pada sandaran kursi
b.  Bayi dipegang pada belakang bahunya dengan menggunakan satu lengan, kepala bayi terletak pada siku ibu (kepala tidak boleh menengadah, dan bokong bayi ditahan dengan telapak tangan).
c.         Satu tangan bayi diletakkan dibelakang badan ibu, dan yang satunya di depan.
d.        Perut bayi menempel pada badan ibu, kepala bayi menghadap payudara (tidak hanya menoleh atau membelokkan kepala bayi).
e.        Ibu menatap bayi dengan kasih sayang.

3.   Payudara dipegang dengan ibu jari diatas dan jari yang lain menopang di bawah, jangan menekan putting susu atau kalang payudara saja.

4.        Bayi diberi rangsangan agar membuka mulut (roting refleks) dengan cara:
a.         Menyentuh pipi dengan puting susu atau
b.        Menyentuh sisi mulut bayi.

5.        Setelah bayi membuka mulut, dengan cepat kepala bayi didekatkan ke payudara ibu dan puting susu serta kalang payudara dimasukkan ke mulut bayi.

a.    Usahakan sebagian besar kalang payudara dapat masuk kedalam mulut bayi, sehingga puting susu berada di bawah langit-langit dan lidah bayi akan menekan ASI keluar dari tempat penampungan ASI yang terletak di bawah kalang payudara.
b.        Setelah bayi mulai menghisap payudara tak perlu dipegang atau disangga.
c.         Melepas isapan bayi
Setelah menyusui pada satu payudara sampai kosong, sebaiknya diganti dengan payudara yang satunya. Cara melepas isapan bayi yaitu jari kelingking ibu dimasukkan ke mulut bayi melalui sudut mulut atau dagu bayi ditekan ke bawah.

6.        Menyendawakan bayi
Tujuan menyendawakan bayi adalah mengeluarkan udara dari lambung supaya bayi tidak muntah setelah menyusu. Cara menyendawakan bayi adalah:
a.    Bayi digendong tegak dengan bersandar pada bahu ibu kemudian punggungnya ditepuk perlahan.
b.    Bayi tidur tengkurap dipangkuan ibu kemudian punggungnya ditepuk perlahan-lahan.


F.            Posisi Menyusui Secara Umum.

1.      Posisi Meyusui Sambil Berdiri
2.      Posisi Menyusui Sambil Rebahan yang Benar.
3.      Posisi menyusui sambil duduk yang benar.


G.           Posisi Menyusui dalam Keadaan Khusus.

1.      Baby Led-Latching
Teknik ini bisa dilakukan untuk membantu bayi agar mau menerima payudara. Posisikan bayi bersentuhan kulit dengan kulit dengan ibu dan perhatikan tanda-tanda ketika ia siap mencari payudara ibu. Ketika dia mulai mencari, ibu bisa membantunya, dengan mengarahkannya ke payudara dan menyangga punggung dan leher bayi. Ibu sebaiknya berhati-hati tidak memegang kepala bayi. Bayi memang perlu dibantu menopang lehernya tetapi bukan menopang kepalanya.


2.      Cross Cradle Position (Posisi mendekap)
Satu lengan mendukung tubuh bayi dan yang lain mendukung kepala, mirip dengan posisi dudukan tetapi Anda akan memiliki kontrol lebih besar atas kepala bayi. Posisi menyusui ini bagus untuk bayi prematur atau ibu dengan puting payudara kecil.

3.      Cradle Position (Posisi Mendekap Silang)
Posisi ini sangat baik untuk bayi yang baru lahir. Pastikan punggung Anda benar-benar mendukung untuk posisi ini. Jaga bayi di perut Anda, sampai kulitnya dan kulit Anda saling bersentuhan. Biarkan tubuhnya menghadap ke arah Anda, dan letakkan kepalanya pada siku Anda.

4.      Lying Down Position (Posisi Berbaring)
Pada posisi ini, bayi dan ibu berada pada posisi berbaring saling berhadapan. Agar lebih nyaman letakkan bantal penyanggah di bagian punggung anda dan/atau di antara kaki/lutut anda. Sementara bantal penyanggah ataupun gulungan selimut dapat diletakkan dibelakang punggung bayi untuk menjaga bayi tidak berguling menjauh dari anda. Dekap bayi anda dengan memposisikannya kepala bayi di lengan atas dan badan bayi di sepanjang lengan bawah anda. Miringkan posisi pinggul bayi, posisi telinga, bahu dan punggung bayi berada pada satu garis lurus.


5.      Football Position (Posisi  Mencengkram)

Posisi ini sangat baik untuk ibu yang melalui proses melahirkan secara caesar, dengan posisi ini bayi berada jauh dari luka operasi. Pada umumnya bayi sangat menyukai posisi ini. Posisi ini juga memudahkan bayi untuk bereaksi lebih baik pada saat ibu berada pada kondisi air susu mengalir karena refleks (mengalir dengan sedirinya).
Pada posisi ini, bayi berada di posisi samping ibu dengan tangan ibu menyanggah kepala bayi sementara punggung bayi berada sepanjang lengan. Anda menyanggah payudara dengan posisi genggaman C” ( Lihat Teknik Menyanggah Payudara” untuk mengetahui posisi ini lebih lanjut). Posisikan bayi menghadap anda dengan mulut bayi berada pada ketinggian yang sama dengan puting ibu. Kaki bayi berada dibawah lengan anda dengan pinggul menyamping dan kaki bayi tertumpu di sandaran punggung. Bantal penyanggah sangat membantu memposisikan bayi pada ketinggian yang diharapkan.






DAFTAR PUSTAKA

Anik maryunani. 2009. Asuhan keperawatan ibu dalam masa nifas (post partum). Jakarata : EGC.
Prihandini. 2008. Cara Pintar Merawat Bayi dan Balita. Genius Publisher; Yogyakarta
Roesli, Utami. 2000. Mengenal ASI Eksklusif. Trubus Agri Widya: Jakarta
WHO / UNCEF. 1994. Melindungi, meningkatkan dan mendukung menyusui. Jakarta : perinata.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar